Ketua FKUB Salatiga: Kunci Pemilu Damai di Salatiga adalah Tingginya Kesadaran Masyarakat dalam Menghargai dan Menghormati Perbedaan Pilihan

(Salatiga) – Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Salatiga tahun ini diprediksi masih rawan politik uang. Bahkan, praktik politik uang bukan saja menyasar kelompok pemilih pedesaan melainkan juga wilayah perkotaan.

Dalam acara Sosialisasi Pengawas Pemilihan Partisipatif dengan tema “Sinergitas Penyelenggara, Pemkot dan Pengawas Partisipatif”,  yang diadakan oleh Bawaslu. Kegiatan diikuti dari unsur KPU, Panwascam, PKD, NGO, dan Pers. Adapun narasumber yakni Ketua FKUB Salatiga, Noor Rofiq dan wakil dekan Fiskom UKSW, Sampoerno dipandu oleh moderator Wilsa. Selasa (23/7/2024)

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Salatiga Noor Rofiq mengaku sebagai Kota Tertoleran di Indonesia Salatiga minim risiko gesekan agama, maupun ras.

Sejauh ini kata dia, setiap pelaksanaan Pemilu baik Pileg maupun Pilkada selalu berjalan dengan damai, lancar, dan aman.

Semua itu, berkat tingginya toleransi masyarakat dan kerukunan antar umat beragama di Salatiga.

“Belum pernah ada kericuhan dalam pelaksanaan Pemilu di Salatiga. Salatiga selalu ayem dan damai. Pemilu di Salatiga selalu aman, lancar dan damai,” ujarnya.

Menurutnya, kunci Pemilu damai di Salatiga adalah tingginya kesadaran masyarakat dalam menghargai dan menghormati perbedaan pilihan.

Selain itu, kata dia, di Salatiga juga tidak pernah terjadi penolakan terhadap calon.

Sehingga, proses pencalonan siapa pun yang hendak maju bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada gejolak.

“Hanya, terkait politik uang sulit dihilangkan karena ada masyarakat yang menunggunya. Kita semua sepakat menolak politik uang, tapi pada kenyataannya ada masyarakat yang menunggu praktik politik uang. Ini menjadikan politik uang sulit dihilangkan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *