Salatiga, Kota Rujukan Toleransi Nasional, Sambut Kunjungan FKUB Banjarmasin dan FKUB Denpasar

SALATIGA, 9 Oktober 2025 – Toleransi yang menjadi jati diri Kota Salatiga kembali mendapat pengakuan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menerima kunjungan FKUB dari Kota Banjarmasin dan Denpasar di Pendopo Pakuwon, Kamis (9/10).

Ketua FKUB Salatiga, Drs. KH Noor Rofiq, dalam kesempatan tersebut memberikan gambaran mendalam tentang berbagai program unggulan FKUB di Salatiga. Di bawah kepemimpinannya, FKUB menginisiasi Desa Kerukunan, Desa Moderasi, serta Desa Pancasila sebagai upaya konkret menjaga dan memperkuat toleransi di tingkat akar rumput. Bahkan, Salatiga telah menobatkan dua desa sebagai Desa Pancasila dan dua desa sebagai Desa Kerukunan, menunjukkan keberhasilan program ini.

Banyak pengalaman dan strategi yang didapat dari kota Salatiga yang 8 tahun berturut-turut masuk 3 besar kota paling Toleran di Indonesia sampai akhirnya tahun 2024 ini berada di urutan pertama. Semoga ke depan nya Kota Banjarmasin bisa masuk 10 besar kota paling toleransi di Indonesia.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan bahwa toleransi di Salatiga bukan hanya sekadar predikat, melainkan proses dinamis yang tumbuh dari dialog, gotong royong, dan penghargaan antarwarga. “FKUB Salatiga berperan penting sebagai jembatan komunikasi dan fasilitator harmoni antarumat beragama. Mereka menjaga agar keberagaman yang terdiri dari 156 suku, enam agama, sembilan aliran kepercayaan, dan puluhan etnis di Salatiga menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menyampaikan harapannya agar FKUB Banjarmasin bisa belajar dari pengalaman FKUB Salatiga dalam membangun kerukunan. “Kami ingin meniru keberhasilan Salatiga sebagai Kota Tertoleran. Mohon bimbingan dan kerja sama yang berkelanjutan,” katanya.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi FKUB Salatiga dan Pemkot untuk memperkuat jejaring antar daerah dalam menjaga harmoni dan mengokohkan semangat kebhinekaan di Indonesia. Peran FKUB Salatiga di bawah kepemimpinan Drs. KH Noor Rofiq tidak hanya menjadi penjaga perdamaian di kota kecil ini, tetapi juga menjadi model nyata bagi penguatan kerukunan di tingkat nasional.

Melalui berbagai program yang terstruktur dan kolaboratif, FKUB Salatiga menunjukkan bahwa keberagaman yang ada dapat menjadi sumber kekuatan bersama demi terciptanya masyarakat yang harmonis dan inklusif. Semangat ini diharapkan dapat terus menyebar ke berbagai penjuru Indonesia, menjadikan toleransi sebagai fondasi kuat dalam membangun bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *