FKUB Salatiga Jadi Pilar Utama dalam Studi Harmoni Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag DIY

Kota Salatiga – Sebagai kota yang dikenal luas dengan predikat sebagai kota paling toleran di Indonesia, Salatiga kembali menjadi pusat perhatian dalam upaya menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama. Pada Rabu (1/10/2025), Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY) melakukan studi tiru bertajuk Studi Harmoni Kerukunan Umat Beragama di Kantor Kemenag Kota Salatiga dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga.

Kegiatan yang digelar di Aula PLHUT Kemenag Kota Salatiga ini dihadiri oleh Kabbag TU Kanwil Kemenag DIY, H. Abd. Su’ud, Kepala Kemenag Kota Salatiga H. Wiharso, Ketua FKUB Kota Salatiga Drs. H. Noor Rofiq, serta perwakilan FKUB DIY dan tim dari Kanwil Kemenag DIY.

Ketua FKUB Kota Salatiga, Drs. H. Noor Rofiq, tampil sebagai sosok sentral yang memaparkan peran strategis FKUB dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Ia menekankan bahwa keberhasilan Salatiga sebagai kota toleran tidak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah, FKUB, dan masyarakat. “Kerukunan hanya bisa terwujud dengan koordinasi internal yang kuat, sinergi lintas lembaga, serta penerapan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Toleransi sebagai pondasi utama,” jelas Noor Rofiq.

Lebih jauh, Drs. Noor Rofiq memaparkan berbagai program FKUB yang menjadi contoh nyata dalam menumbuhkan semangat moderasi beragama, seperti Desa Kerukunan dan Desa Moderasi yang telah mendapat apresiasi luas. Peran FKUB tidak hanya sebagai fasilitator dialog antaragama, tetapi juga sebagai penggerak sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan dan mencegah potensi konflik.

Kabbag TU Kanwil Kemenag DIY, H. Abd. Su’ud, mengungkapkan alasan memilih Salatiga sebagai tempat studi tiru. “Kami ingin belajar dari Salatiga yang sudah delapan kali menerima penghargaan kota paling toleran, termasuk penghargaan terakhir dari SETARA Institute tahun 2024. Kerukunan di Salatiga sudah mendarah daging dan itu yang ingin kami terapkan di DIY,” tuturnya.

Kepala Kemenag Kota Salatiga, H. Wiharso, menambahkan bahwa upaya membangun toleransi juga dilakukan melalui sosialisasi moderasi beragama sejak dini, terutama di lingkungan sekolah dengan melibatkan penyuluh agama. “Kolaborasi dengan berbagai komponen masyarakat terus kami jaga untuk menjaga harmoni dan membangun karakter toleran,” ungkapnya. Studi tiru ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menumbuhkan moderasi beragama dan mengokohkan perdamaian sosial di berbagai daerah. Dengan peran aktif FKUB Kota Salatiga sebagai penggerak dan fasilitator, Salatiga kembali menegaskan posisinya sebagai kota rujukan dalam kerukunan umat beragama di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *