Salatiga, 17 Oktober 2025 – Kota Salatiga, yang dikenal sebagai “Miniatur Indonesia” karena keberagaman dan toleransi yang tinggi antarumat beragama, terus mempertahankan dan menguatkan semangat kerukunan berkat peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga. Di bawah kepemimpinan Drs. KH Noor Rofiq sebagai Ketua FKUB, lembaga ini mengambil langkah strategis melalui kerja sama dengan dunia pendidikan, khususnya Politeknik Bhakti Semesta (Polibest).
Melalui program “Pengenalan FKUB dalam Kelas Pendidikan Interreligius”, FKUB yang dipimpin oleh Drs. KH Noor Rofiq mengajak mahasiswa Polibest tidak hanya untuk mengasah keterampilan akademis-teknis, tetapi juga membekali mereka dengan wawasan kebangsaan serta sikap moderasi beragama yang kokoh.

Menurut Drs. KH Noor Rofiq, mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa yang kelak akan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, pendidikan interreligius sangat penting untuk membekali mereka memahami dinamika keberagaman dan menjunjung tinggi nilai toleransi, empati, serta penghargaan terhadap perbedaan.
Program pengenalan FKUB di Polibest dilaksanakan secara interaktif melalui serangkaian kegiatan, antara lain sesi panel dialog dengan Ketua FKUB bersama pemuka agama, studi kasus penyelesaian isu-isu keagamaan di Salatiga, kunjungan lapangan ke berbagai rumah ibadah, hingga proyek sosial lintas agama. Semua ini dirancang untuk memperkuat karakter dan wawasan mahasiswa agar siap menjadi duta toleransi di lingkungan mereka kelak.

“FKUB Salatiga berkomitmen untuk menjalin sinergi yang kuat dengan dunia pendidikan agar nilai-nilai kerukunan dapat tertanam sejak dini dalam diri generasi muda,” ujar Drs. KH Noor Rofiq. Ia juga menekankan bahwa kerukunan bukan hanya tanggung jawab FKUB semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya berdampak positif bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat harmoni sosial di Kota Salatiga. Mahasiswa yang dibekali wawasan moderasi beragama diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai toleransi dan mengurangi potensi konflik di masa depan.
Melalui kepemimpinan Drs. KH Noor Rofiq, FKUB Salatiga menunjukkan bahwa menjaga kerukunan dan toleransi bisa diwujudkan secara nyata melalui pendidikan dan kerja sama yang solid. Salatiga pun terus membuktikan diri sebagai contoh kota toleran yang tidak hanya menjadi predikat di atas kertas, tetapi juga terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari warganya.
