Ketua FKUB Kota Salatiga: Lebih Baik Jangan Bicara Agama di Medsos

Ketua FKBU Salatiga, KH Noor Rofiq mengungkapkan Salatiga sebagai Kota Tertoleran di Indonesia, mampu mempertahankan situasi kondusif di wilayah setempat. Diakuinya, media sosial kerap membahas dan mengupas habis persoalan agama.

Bahkan kadang dengan bahasa yang tidak sedap dan berujung pada intoleransi. Namun dia yakin persoalan itu tidak terbawa ke dunia nyata, karena orang Jawa itu umumnya berani di belakang, tetapi di depan tetap sopan.

”Saya lebih memilih tidak menanggapi status di medsos yang berkaitan dengan perang agama atau intoleransi. Kalau bicara tentang agama lebih baik bertemu dan bukan di media sosial,” ujarnya.

Adapun Sekjen FKUB Taslim Sahlan menjelaskan, upaya menumbuhkan toleransi, dengan mengenali dan memahami kenyataan yang berbeda-beda, mampu berinteraksi dengan berbagai pihak, dan memahami keteladanan. Lalu dalam kehidupan antaragama, mampu merangkul dan bukan memukul, mendidik dan bukan menghardik, membina dan bukan menghinda, mengajak dan bukan menginjak, serta lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *