Salatiga Puncaki Indeks Kota Toleran 2025, Bukti Kiprah Nyata Merawat Kerukunan

SALATIGA — Kota Salatiga kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Dalam peluncuran Indeks Kota Toleran 2025 oleh SETARA Institute, Salatiga menempati peringkat pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia dengan skor 6,492. Capaian ini menegaskan posisi Salatiga sebagai kota yang konsisten menjaga harmoni sosial, memperkuat kehidupan antarumat beragama, dan merawat kebersamaan di tengah keberagaman.

Penilaian Indeks Kota Toleran 2025 dilakukan terhadap 94 kota di Indonesia dengan menggunakan empat variabel utama, yaitu regulasi pemerintah kota, regulasi sosial, tindakan pemerintah, dan demografi agama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa toleransi di Salatiga tidak hanya hadir sebagai nilai sosial, tetapi juga tercermin dalam tata kelola, budaya masyarakat, serta komitmen bersama untuk menjaga ruang hidup yang damai dan inklusif.

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen kota, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi sosial, hingga warga yang selama ini menjaga semangat hidup rukun dalam keseharian. Toleransi di Salatiga tumbuh bukan hanya melalui wacana, tetapi melalui praktik nyata dalam interaksi sosial, pelayanan publik, dan kehidupan kemasyarakatan yang saling menghormati.

Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menegaskan bahwa indeks kota toleran merupakan bentuk pengukuran berkelanjutan atas progres dan regresi kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, capaian tersebut bukan semata prestasi wali kota, Kesbangpol, atau FKUB, melainkan hasil kolaborasi seluruh unsur yang ada di daerah.

Ia juga menyebut terdapat tiga kunci utama dalam memajukan toleransi, yakni kepemimpinan politik yang promotif terhadap toleransi, kepemimpinan birokrasi, dan kepemimpinan sosial. Dalam konteks ini, capaian Salatiga mencerminkan keberhasilan dalam menguatkan ketiga aspek tersebut secara beriringan, sehingga melahirkan iklim kota yang teduh, terbuka, dan harmonis.

Capaian ini menjadi pengakuan atas kiprah panjang Kota Salatiga dalam merawat kerukunan. Di tengah tantangan kehidupan sosial yang semakin kompleks, Salatiga mampu menunjukkan bahwa keberagaman bukan sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk membangun kota yang damai, inklusif, dan berdaya saing.

Meski demikian, penghargaan ini tidak boleh dimaknai sebagai titik akhir. Sebagaimana disampaikan perwakilan Kementerian Dalam Negeri, capaian indeks kota toleran harus menjadi motivasi untuk terus menjaga dan meningkatkan prestasi yang telah diraih. Karena itu, Kota Salatiga diharapkan terus memperkuat kolaborasi antarlembaga, memperluas ruang dialog, dan menjaga semangat persaudaraan agar toleransi tetap menjadi identitas sekaligus kekuatan sosial kota ini

Berikut ini peringkat 10 terbesar kota toleran berdasarkan indeks kota toleran Setara Institute:

1.Kota Salatiga (skor 6,492)

2.Kota Singkawang (skor 6,391)

3.Kota Semarang (skor 6,160)

4.Kota Pematangsiantar (skor 6,084)

5.Kota Bekasi (skor 6,037)

6.Kota Sukabumi (skor 5,973)

7.Kota Magelang (skor 5,805)

8.Kota Kediri (skor 5,792)

9.Kota Tegal (skor 5,733)

10.Kota Ambon (skor 5,657)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *