Dinobatkan Sebagai Kota Tertoleran, Wali Kota Salatiga, Beserta FKUB & Jajarannya Adakan Tumpengan & Syukuran.

Salatiga mendapat predikat sebagai kota paling toleran di Indonesia oleh Setara Institut. Sebagai bentuk syukur, wali kota bersama wakilnya, serta FKUB Salatiga, serta jajaran Forkopimda, Kemenang, Kepala OPD dan tokoh agama dan masyarakat, tumpengan. Acara digelar sederhana dan menerapkan protokol kesehatan. Pemotongan tumpeng diawali dengan doa bersama untuk keselamatan Kota Salatiga. Dipimpin secara bergantian oleh tokoh berbagai agama. Drs KH Noor Rofiq (tokoh agama Islam), Pdt. Jemmy Ratar  (Kristen), Romo Petrus Bimo Handoko (Katholik), Romo Wiku Satya Dharma Telaga (Hindu), Haryono (Budha) dan Susanto (Kong Hu Cu). Yuliyanto mengatakan, tasyakuran tersebut sebagai ungkapan syukur atas nikmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Berkenaan dengan kerja keras dan upaya seluruh lapisan masyarakat dalam merawat dan menjaga Kota Salatiga tetap toleran. “Penghargaan ini merupakan yang keempat kalinya setelah tahun 2015 menempati peringkat 2, tahun 2017 peringkat 3, tahun 2018 peringkat 2 dan tahun 2020 kita berhasil menempati peringkat 1,” terang Yuliyanto. Yuliyanto mengungkapkan, scoring Indeks Kota Toleran didasarkan pada regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial, serta demografi agama yang menyangkut heterogenitas keagamaan penduduk serta inklusi sosial keagamaan. Selain variable tersebut, aspek gender, inklusi sosial dan partisipasi masyarakat sipil juga turut menjadi konsiderasi penilaian. “Bersama-sama kita pertahankan toleransi dan kerukunan. Tidak semata-mata untuk mempertahankan peringkat, melainkan bentuk pengejawantahan terhadap amanat Bhineka Tunggal Ika,” ujar Yuliyanto. Yang jauh lebih sulit, lanjut Yuliyanto, adalah menjaga, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak baik. Terutama yang berkaitan dengan diskriminasi. “Saya dan Pak Haris sangat tidak menyukai diskriminasi di Kota Salatiga, karena pada dasarnya semua mahkluk setara,” papar Yuliyanto. Pemkot Salatiga bersama Forkopimda sudah satu tujuan, yakni membina kehidupan beragama di Kota Salatiga agar terus rukun dan toleran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *